Kue Nastar WordPress Theme

Ini bukan bercerita tentang kue nastar yang biasa disajikan saat lebaran. Apalagi berharap ada salinan resep disini. Bukan.. bukan itu yang ingin saya tulisakan disini. Kali ini bercerita tentang Theme WordPress yang saya beri nama Nastar (Kue Nastar). Nah kali ini istriku bikin buat camilan sehari-hari. Sebagai pengisi waktu luang sambil nunggu kue mateng, iseng-iseng bukan laptop. Buka editor vim di Ubuntu Linux. Sim salabim.. jadilah theme ini.

Nastar WordPress Themes hanya terdiri dari 2 file yaitu index.php dan style.css. Ditambah 1 file screenshoot.png jadi tiga. Besarnya hanya 62kb. Cocok untuk yang mau otak-atik dan belajar theme WordPress biar sesuai dengan keinginan.

Kedepannya saya pingin ngoprek theme ini ke seni standart web. Ini juga atas saran dari mas Dani. Mungkin Kriteria Universal Design Web dari Accessites.org bisa sebagai acuan. Kita tunggu… toh sama-sama belajar.

Facebook Influenza

Kali ini saya mencoba layanan Facebook. Semata-mata karena “desakan” istri untuk mencicipi layanan jejaring sosial ini. Dari awal sejak kemunculan friendster, tidak ada niatan dan ketertarikan untuk ikut-ikutan latah menggunakan layanan ini. Pun untuk kasus Facebook.

Untuk sementara saya keliling dulu di layanan facebook ini setelah beberapa waktu lalu sempat register. Saya bolak-balik fitur-fiturnya. Ternyata banyak apps yang ditawarkan. Bagaimana dengan layanan Blog wordpress? Adakah aplikasi yang sudah dibuat? Ternyata ada. Sedikit coba-coba pake WordBook plugins dari WordPress. Tapi sampai tulisan ini dibuat, kok postingan di blog saya ngga’ muncul juga di halaman depan facebook.

Updated: Postingan dah muncul kok.

Permasalahan upgrade ke WordPress 2.7

Menilik pemberitahuan lewat RSS pada dashboard admin WordPress kalau versi terbaru 2.7 telah rilis stabil. Tergerak hati untuk upgrade. Karena salah satu andalannya adalah antar muka baru pada administrasi blog. Karena sejak versi 2.5 tidak ada perubahan signifikan pada masalah tampilan antar muka admin.

Setelah mengunduh langsung rilis stabil server to server dengan alat bantu wget, memekarkan berkas tar.gz, mengganti berkas-berkas lama dan terakhir melakukan upgrade lewat browser. Tidak ada hambatan berarti dari proses upgrade (pemutakhiran). Selanjutnya adalah mencicipi rasa baru dari antar muka yang ditawarkan. Memang menarik dan impresif dari sisi kecepatan. Tidak ada permasalahan berarti.

Selanjutnya adalah mengecek kompatibelitas plugins dan theme yang saya buat. Satu persatu saya cek juga masih kompatible. Mulai dari flickrrs, wordpressmobile, sejumlah widgets, sampai mobileadmin. Permasalahan terjadi saat saya login ke administrasi blog melalui operamini di Nokia E90. Karena aktifitas bloging saya lebih banyak melalui gadget ini.

Ketidaknyamanan administrasi blog di WordPres 2.7 jika menggunakan opera mini di Nokia E90 dikarenakan menu administrasi dipindah ke samping kiri. Ini menyebabkan area tengah sangat sempit sekali. Apalagi saat melakukan posting dengan text area yang morak-marik. Penyebabnya adalah lebar screen pada Nokia E90 hanay 800px. Sedangkan antar muka WordPress 2.7 sepertinya lebih cocok untuk lebar layar diatas 1024px. Ah.. Ternyata lebih enak WordPress 2.6. Untung saja plugins wpadminmobile masih kompatible. Jadi masih bisa posting.

Updated : Ternyata setelah login dari IE dan setting beberapa hal, akhirnya tidak menemui kendala pada Nokia E90. Sepertinya plugin mobileadmin harus dinonaktifkan.