Ma’af, ini bukan bagian dari serial yang ditayangkan di televisi. Ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh puskesmas-puskesmas sebagai bagian dari program. Begitu juga dengan puskesmas saya bertugas. Namun kali ini ada yang ingin saya ceritakan.
Setelah sekian lama tidak ada puling (puskesmas keliling), akhirnya pagi ini dilaksanakan juga. Menurut teman-teman puskesmas sudah hampir 2 tahun tidak dilaksanakan pusling (pastas saja 1,6 tahun saya ptt kok gak pernah pusling).
Dari bisik-bisik antar staff, uang pusling yang diambilkan dari dana rutin triwulan sebesar 29juta raib entah kemana. Dan ini sudah berlangsung selama +/- 2 tahun. Tinggal dikalikan saja dananya. Anehnya dalam laporan yang dibuat oleh bendahara selalu ada kegiatan pusling, itupun pasti ada tanda tangan kepala puskesmas. Ada apa dengan kepala puskesmas dan bendahara-nya?
Keadaan ini sudah berlangsung 2 tahun. Dalam jangka waktu itu, memang sudah sering ditanyakan sama temen2. Tapi selalu saja ada jawaban nanti, nanti dan nanti. Puncaknya bulan november 2008, ada laporan dari masyarakat ke Bupati perihal kegiatan-kegiatan puskesmas yang fiktif. Termasuk diantaranya kegiatan pusling ini. Akhirnya ada saling curiga antara kepala puskesmas dan staff, termasuk dengan dokter2nya.
Selang beberapa hari kemudian, saat saya ada tugas ke dinas propinsi, kecurigaan tersebut pecah menjadi pertengkaran antara kepala puskesmas dengan dokter. Dengan tuduhan dokter melapor ke bupati karena ingin “kudeta”.
Yang menjadi pertanyaan adalah :
- dikemanakan dana rutin 29 jt tiap 3 bulan itu.
- mana laporan penggunaan dana jamkesmas dan askeskin
- dana kesejahteraan kok tidak dibagikan
Bukan, bukan. Saya tidak menggugat kok. Tidak juga minta bagian. Kalo bukan hak saya, buat apa saling berebut. Yang saya tanyakan hanya sekedar penggunaan dananya saja. Tidak lebih.
Hari ini, puskesmasku akhirnya pusling juga. Bersambung…….