Facebook dan Guru Terbaikku

Menyoal postingan terdahulu tentang wabah Facebook yang melanda. Hari ini saya merasakan benar-benar manfaatnya. Betapa tidak, salah satu Dosen saya, guru terbaik, menghubungi via Facebook. Ada rasa bangga memang. Betapa tidak, beliau yang selama ini ingin segera saya temui sepulang PTT ternyata lebih cepat menghubungi. Walaupun lewat media maya. Ya.. lewat jejaring sosial Facebook.

Beliau bukan sekedar dosen, yang seharusnya sekedar memberikan ilmu. Namun beliau juga mengajari saya “bagaimana seharusnya”.
- Bagaimana seharusnya jadi Dokter.
- Bagaimana seharusnya jadi manusia.
- Bagaimana seharusnya disiplin.
- Bagaimana seharusnya bertanggung jawab.
- Bagaimana seharusnya………

Hari ini beliau menyapa saya di kotak pesan Facebook. Dengan sapaan sederhana. Tapi cukup membuat saya untuk tertegun sesaat. Ternyata Facebook telah mempertemukan saya dengan Dosen sekaligus Guru kehidupan bagi saya.

Nb. Semasa kuliah, beliau dosen yang paling saya takuti.. hehehheheheh…

Kongkalikong dokter dan pasien

Kemarin (19 september 2008) ada pasien datang dengan keluhan sakit dan bengkak pada pipi sebelah kiri. Setelah dipersilahkan duduk dan ditanyai ini itu, kalau istilahnya penelusuran informasi tentang penyakit yang bersifat subyektif (anamnesa). Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pada daerah yang dikeluhkan. Maka diketahuilah kalau sebenarnya ada gigi atas paling ujung telah rusak dan ada polipnya. Dan pembengkakan merupakan keadaan yang memperparah sakitnya.

Dengan keadaan yang akut seperti itu, pasien seharusnya diberi pengobatan terlebih dulu sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut satu minggu kemudian. Namun pasien tidak mau. Pasien inginnya dilakukan pencabutan. Walaupun telah dijelaskan dengan bahasa yang saya pikir mudah dimengerti tentang hal-hal negatif yang mungkin terjadi, pasien tetap pada pendiriannya. Pencabutan, itu pilihannya.

Ketika ditanyakan lebih lanjut kenapa memaksa dicabut sekarang, pasien memberikan berbagai alasan. Salah satunya adalah tentang sakitnya yang gak bisa ditahan kalau kambuh, sampai alasan tidak bisa bekerja karena sakit gigi. Yang paling logis bagi saya adalah alasan dia tidak bisa datang satu minggu lagi karena tempat dia bekerja adalah di pertambangan. Sedangkan jarak dari tambang dan puskesmas jauh. Tidak setiap waktu bisa datang.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, saya meluluskan keinginan pasien untuk dicabut saat itu juga. Kongkalikong pertama yang saya lakukan dengan pasien ini. Pencabutan berjalan lancar tanpa ada kendala berarti. Sukses. Pasien senang dokternya lega.

Tibalah saatnya menyelesaikan administrasi dengan puskesmas dari pembelian obat sampai biaya tindakan. Pasien menyodorkan lembaran yang harus saya isi. Salah satunya terdapat biaya obat dan biaya tindakan dokter. Disini saya diminta si pasien untuk mengisi biaya obat dan tindakan dokter 3 kali dari tarif normal. Awalnya saya tidak mau menuruti keinginan pasien itu, tapi dianya mengancam tidak membayar biaya-biaya yang dibebankan. Padahal obatnya nggak gratis loh. Harus nyetor ke kabupaten. Terpaksa juga menuruti keinginan si pasien. Kongkalikong kedua antar dokter dan pasien terjadilah. Alasan saya adalah demi saya sendiri, karena saya adalah pendatang dan penduduk lokal sangat temperamental. Maklum masih di pedalaman Kalimantan.

Itulah pengalaman saya, bersekutu (kongkalikong) untuk hal yang kurang benar dalam etika sebagai dokter. Apakah saya salah?

Basoro hidup lagi

Thanks to gindo.com dan magnet-id.com hingga akhirnya basoro.com hidup lagi. Kalau dari whois, tercatat basoro.com telah ada sejak 15-Jun-2007, namun selama itu domain ini hanya parking. Dua bulan kemudian, saya berangkat ke Kalimantan untuk menjalani tugas sebagai Dokter PTT. Dan setelah 1 tahun lebih, baru saya benar-benar mengaktifkannya.

Ucapan terima kasih saya khususkan buat customer service gindo.com yang dengan sangat simpatik telah memandu untuk menghidupkan lagi basoro.com serta memandu saya untuk mengubah informasi whois domain. Sedangkan untuk tim magnet-id.com yang telah menjadi rumah bagi basoro.com untuk meletakkan file-file WordPress. Sekali lagi terima kasih sebanyak-banyaknya.