WordPress Themes Berbasis Sandbox

Kali ini saya ingin membuat theme wordpress berbasioskan sandbox. Alasannya begini. Saya ingin membuat theme wordpress tanpa harus direpotkan dengan tag-tag php-nya. Tidak seperti theme yang saya pelajari dari Small Potato. Maka kali ini murni hanya pengetahuan css yang diperlukan.

The Sandbox is a powerful tool available for WordPress theme designers and developers. The Sandbox can be easily designed just with CSS, so beginners will feel comfortable not bothering with PHP.

Jika nanti saya bisa membuatnya maka akan saya rilis GPL. Seperti theme Permata Intan itu.

Kalau diberi saya terima

Begitulah yang sering kali saya dengar jika berurusan dengan aparat pemerintahan di negeri tercinta ini. Ya.., di Indonesia Raya.
“Saya sih tidak minta, tapi kalau diberi saya terima”.
Kira-kira seperti itu percakapan yang saya tangkap beberapa hari yang lalu.

Permasalahan upgrade ke WordPress 2.7

Menilik pemberitahuan lewat RSS pada dashboard admin WordPress kalau versi terbaru 2.7 telah rilis stabil. Tergerak hati untuk upgrade. Karena salah satu andalannya adalah antar muka baru pada administrasi blog. Karena sejak versi 2.5 tidak ada perubahan signifikan pada masalah tampilan antar muka admin.

Setelah mengunduh langsung rilis stabil server to server dengan alat bantu wget, memekarkan berkas tar.gz, mengganti berkas-berkas lama dan terakhir melakukan upgrade lewat browser. Tidak ada hambatan berarti dari proses upgrade (pemutakhiran). Selanjutnya adalah mencicipi rasa baru dari antar muka yang ditawarkan. Memang menarik dan impresif dari sisi kecepatan. Tidak ada permasalahan berarti.

Selanjutnya adalah mengecek kompatibelitas plugins dan theme yang saya buat. Satu persatu saya cek juga masih kompatible. Mulai dari flickrrs, wordpressmobile, sejumlah widgets, sampai mobileadmin. Permasalahan terjadi saat saya login ke administrasi blog melalui operamini di Nokia E90. Karena aktifitas bloging saya lebih banyak melalui gadget ini.

Ketidaknyamanan administrasi blog di WordPres 2.7 jika menggunakan opera mini di Nokia E90 dikarenakan menu administrasi dipindah ke samping kiri. Ini menyebabkan area tengah sangat sempit sekali. Apalagi saat melakukan posting dengan text area yang morak-marik. Penyebabnya adalah lebar screen pada Nokia E90 hanay 800px. Sedangkan antar muka WordPress 2.7 sepertinya lebih cocok untuk lebar layar diatas 1024px. Ah.. Ternyata lebih enak WordPress 2.6. Untung saja plugins wpadminmobile masih kompatible. Jadi masih bisa posting.

Updated : Ternyata setelah login dari IE dan setting beberapa hal, akhirnya tidak menemui kendala pada Nokia E90. Sepertinya plugin mobileadmin harus dinonaktifkan.